rss search

Sukses Hidup dengan Terencana & kekuatan Potensi Diri

line

Cara Sukses Hidup: Mengalir vs Terencana, kenali kekuatan diri kita

“Publik biasanya hanya melihat orang setelah sudah sampai di anak tangga teratas, tidak melihat betapa berdarah-darahnya mereka latihan sebelum sampai ke puncak”

 

Tukul Arwana & buku 1/2 Karyawan 1/2 Bos

Tukul Arwana & buku 1/2 Karyawan 1/2 Bos karya Noval Ramsis

“Setiap manusia dilahirkan ke dunia dgn miliki potensi hebat. Kenali, asah & optimalkan potensi hebat tsb pada lingkungan yg hebat utk dapat dilejitkan lebih hebat”  @NovaLRamsis King Maker & Champion LifeCoach.

Apa ceritanya jika Lionel Messi dilatih dan di hebatkan bukan di FC Barcelona, tapi di klub Persija atau Persib?

 

Cerita Mark Zuckerberg

Seorang pria bertubuh kecil dengan wajah lesu tak bersemangat duduk di depan computer di satu kamar yang temaram. Ia terus mengutak-atik rumus-rumus komputer hingga larut malam. Pria penyendiri ini baru saja diputus pacarnya untuk alas an yang tak masuk akalnya: terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Sang pacar benar, anak muda ini terobsesi dengan komputer yang membuatnya sibuk sendiri dengan dunianya. Wanita manakah yang mau berpacaran dengan pria seperti ini. Tapi kelak, computer itulah yang membawanya menjadi orang kaya dalam usia belia.

Anak muda yang patah hati itu, seperti digambarkan dalam film Social Network adalah Mark Zuckerberg. Pertanyaannya, apakah Mark Zuckerberg. Pertanyaannya, apakah Mark Zuckerberg dapat menciptakan Facebook, obat rasa kesepiannya, andaikan tidak diputus pacarnya, Priscilla Chan? Ini bukan pertanyaan retoris, tapi tetap saja tak perlu dijawab. Sebab. Meski Mark Zuckerberg uring-uringan setelah diputus pacarnya dan mencoba menyalurkan kesedihan hatinya itu dengan berkutat di depan computer di kamar asramanya di Harvard University. Pada dasarnya Zuckerberg memang sudah memiliki kecerdasan di bidang computer dan matematika. Dan, dia tahu betul kemampuannya itu. Putus Cinta hanya pemicunya.

Pelajaran penting dari Zuckerberg, untuk kepentingan artikel ini, bukan pada penemuan Facebooknya, melainkan pada keputusannya untuk keluar dari bangku kuliah. Bayangkan, Zuckerberg kuliah di universitas bergengsi di Amerika, semua orang ingin kuliah di sana, tapi memilih untuk tidak melanjutkan kuliahnya dan keluar untuk mengembangkan Facebook yang sekalipun saat itu sudah ada tanda-tanda sukses, masa depannya belum terang benderang.

************

Training OptimasiDiri: temukan Profesi yg Gue Banget (sesuai Passion)

oleh Master Coach Noval Ramsis

************

Coba kita buat contoh lain. Berapa lama seorang pencipta lagu membuat satu lagu yang hebat? Sebutlah koefisien lagu yang hebat 1 berbanding 10. Artinya, dari sepuluh lagu yang diciptakan hanya ada satu yang sukses di pasar. Jika dalam seminggu ia mampu menciptakan satu lagu maka dalam setahun (48 minggu) akan keluar paling tidak lima lagu yang diminati pasar.

Jika satu lagu hebat itu nilai ekonomisnya Rp. 10 juta berarti dalam setahun pencipta lagu itu telah memperoleh pendapatan Rp 50 juta. Jika ia tekuni selama sepuluh tahun maka, tentu nilai ekonomis tiap lagu setiap tahunnya akan semakin menanjak. Pasca sepuluh tahun si pencipta lagu pasti sudah terkenal dan memiliki kelas tersendiri sebagai pencipta lagu. Dan yang paling penting ia memiliki hak paten terhadap 50 lagu andalannya. Dimana argo pemasukannya berjalan terus. Jika cerita yang disederhanakan ini akan dilalui oleh seseorang, buat apa lagi seseorang tersebut perlu menoleh kepada profesi yang lain. Fokus pada pencipta lagu dan kesuksesam karis membentang di depan mata.

Permasalahan muncul ketika ia tidak yakin dengan rancangan hidupnya. Lingkungan dan stigma yang mempengaruhinya membuat ia harus pergi ke sekolah, melanjutkan kuliah, ikuti gengsi keluarga dengan semua anggotanya harus paling tidak mendapatkan master. Baginya hidup jadi lebih rumit dan kompleks karena selalu mengikuti ini: apa kata dunia? Kita boleh mengikuti frase itu jika akan melakukan hal yang tidak terpuji, katakanlah korupsi. Ingat pelajaran Zuckerberg yang tidak sarjana.

Jika ia memilih berdamai dengan lingkungan karena ingin naik level ke tahap mentalitas, moralitas dan spiritualitas berarti masih oke. Maka lagu yang diciptakannya pun akan memiliki kualitas leverage yang lebih tinggi. Meskipun pencapaiannya boleh jadi akan lebih panjang. Tapi harap diingat, kita tidak terpaksa dalam menentukan pilihan hidup. Jika itu terjadi, berarti membiarkan diri kita menjadi korban keadaan. Hal seperti ini disayangkan.

Jika kita memilih jalan hidup yang kompleks pun juga tidak salah. Yang bermasalah adalah jika pilihan kita, mau yang sederhana ataupun yang kompleks, ternyata tidak sesuai dengan “karpet merah” kita. Sudah pasti kita tersiksa.

Marilah temukan mesin kecerdasan kekuatan potensi diri kita terlebih dahulu, supaya kita tidak berspekulasi dengan hidup kita. Pada bagian cara menemukan kekuatan potensi diri ini, tentu kita harus mencari konsep, teori dan metode yang dapat kita percayai.

Jika jadikan tulisan ini sebagai bahan rujukan, kami ucapkan selamat, Anda telah menemukan cara menjabarkan peta hidup dengan mudah dan efektif. Master Coach Noval dapat berperan sebagai pelatih awal Anda. Diskusikan juga dengan pelatih utama dalam dunia riil, boleh jadi itu ayah, ibu atau kakak Anda.

Pilih Mengalir atau Terencana

Kehidupan yang mengalir adalah bagian dari takdir Tuhan. Maka jangan terlalu berambisi, biarkanlah hidup kita ini ikut apa adanya sebagaimana Tuhan mau. Tugas kita adalah berusaha yang terbaik. Kenapa harus sibuk-sibuk mengatur Tuhan. Anak-anak yang lain ke sekolah ikutlah bersekolah. Lagi musim kursus matematika, ikutlah kursus sebagaimana kawan-kawanmu. Era sekarang, dokter lagi laku dan banyak duit, kuliah di fakultas kedokteran. Suami yang sayang istri itu biasanya suami pegawai negeri, karena ia memiliki banyak waktu untuk keluarganya. Kalau ia kawin lagi malah ia bias dikeluarkan sebagai pegawai negeri. Terimalah kalau ada pegawai negeri yang melamar. Kenapa harus rumit-rumit menetang Tuhan. Jadilah hamba yang berserah diri. Lagi pula kelihatannya kita tidak cukup pandai untuk mencapai prestasi tinggi, kenapa pula harus repot-repot.

Pandangan hidup di atas kami sebut sebagai cara mengalir dalam menjalani hidup. Ya, mengalir seperti air. Tidak usah repot-repot, ikut saja ke mana air mengalir dan akan berhenti dengan sendirinya. Banyak orang yang melakukan itu saat ini. Tapi tidak sedikit juga yang melakukan sebaliknya. Orang tua mengarahkan anaknya dengan cara terencana. Tuhan memberikan modal, tinggal kita mengalokasikannya ke investasi apa.

Ini kata mereka: setiap kita memiliki kecerdasan sendiri-sendiri. Dan, setiap kecerdasan punya kelebihan dan potensi pengembangan karirnya. Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh, pasti ada kelebihannya. Yuk, sekarang ikut tes kekuatan potensi diri, supaya tahu apa kecerdasan kita. Apa yang Tuhan berikan sebagai bekal kekuatan kita untuk berhasil di dunia dan tentu saja, di akhirat kelak. Mengeluarkan uang seharga sepasang sepatu sekali seumur hidup untuk mengetahui letak kekuatan kita. Setelah tahu apa kekuatan kita, tuhan berarti punya rencana terbaik untuk kita, sesuai dengan apa yang kita usahakan. Cuma sekarang kita perlu ilmu untuk memanfaatkan pemberian tuhan itu.

Sekarang kami (NovalRamsis dot com) akan membantu untuk fokus pada sekolah, hobi dan pengembangan profesi supaya terarah. Kalau kita berusaha kan Tuhan akan memberinya. Jika kita punya target, namun kita tidak berusaha mengejar standar hidup sesuai target tersebut, itu hanyalah angan-angan belaka. Tuhan murka pada orang yang hanya sampai pada angan-angan. Namun, jika kita sungguh-sungguh berikhtiar sesuai dengan standar yang diharapkan oleh target tersebut maka itu adalah cita-cita. Cita-cita adalah kemuliaan. Setelah ini pola hidup keluarga kita lebih terarah. Masing-masing anggota keluarga sudah punya peta hidupnya. Sekarang tinggal kita luruskan niat kita bahwa apa yang di[ilih dan dilakukan oleh kita dalam rangka beribadah kepadaNya.

Mungkin Anda bertanya, mana yang lebih tepat dari dua pilihan tadi: mengalir atau terencana? Keluarga pertama melahirkan ketenangan sesaat dengan ketidakpastian di masa yang akan datang. Keluarga kedua juga memperoleh ketenangan karena kejelasan peta hidup masing-masing anggota keluarganya. Keduanya menghadapai ketidakpastian, namun keluarga kedua telah “menanam” sesuatu yang secara logika dapat diperkirakan hasilnya di masa eepan. Sama-sama tidak ada beban. Keluarga pertama mengalir tapi tanpa pengharapan, sedangkan keluarga kedua memiliki proyeksi masa depan.

Sekarang Anda sudah dapat memutuskan mana yang terbaik?

“Mengenali potensi anak, hanya berfungsi membantu anak untuk mengembangkan potensinya, sekaligus mengatasi kelemahannya. Dan dalam hal ini, fungsinya sama saja dengan semua bentuk lain dari tes dan diagnosa psikologi, yaitu sifatnya hanya membantu. Di luar apa yang telah dipetakan, kemungkinan-kemungkinan dalam kehidupan jelas masih ada.”

***********************

ikuti tes Optimasi Kekuatan DiriTraining OptimasiDiri oleh Master Coach Noval Ramsis

TESTIMONI tes  Optimasi Kekuatan Diri : baca info lengkapnya>> disini

Budi Mulyana ~Intuiting introvert, Area Sales Manager ANLENE, Jakarta & Kalimantan Barat. email: karangpasundan@gmail.com

Betapa terkejutnya Kami karena test nya sangat sesuai dengan tabiat dan perilaku kami berdua (saya dan anak saya). Istri saya sampai terkaget-kaget karena kesamaan ini, baik dari anak saya maupun saya sendiri. Antara malu dan senang, malu karena istri saya akhirnya mengetahui benar sifat-sifat saya yang selama ini saya sembunyikan dan senang karena akhirnya memang jalan yang selama ini saya tekuni selaras dengan test ini.

Dan yang tak kalah menarik pula, saya dan istri menjadi makin mengerti cara belajar dan cara menghadapi anak Kami yang memiliki mesin kecerdasan Feeling introvert, jadi selama ini Kami salah memperlakukan anak kami sehingga sering terjadi cekcok yang seharusnya tidak perlu, seandainya Kami mengetahui dari awal tentang ciri-ciri anak kami, maklum Kami sama-sama sibuk sehingga kurang begitu sekasama melihat perkembangan anak, sekarang Kami mengerti bagaimana cara meningkatkan dan mendevelop anak Kami ini. ….

Donita Gerina Tolioe ~ Feeling extrovert, website content, distributorbukukita- Agromedia Jakarta, email: gerina9@gmail.com

Tes sidik jari STIFIn melegakan hati sebab kegelisahan kita terjawab. Tes ini mengarahkan kita untuk mengambil langkah tepat dalam menjalankan karier, profesi dan juga minat. Selain itu, kita disadarkan ada potensi-potensi lain yang terpendam dalam diri kita. Penemuan passion dalam diri begitu penting, sebab, selain pengaktualisasian diri kita, hal itu juga membuat kehadiran kita bermanfaat. Karena itu, galilah potensi dalam diri kita, melalui sidik jari Stifin. Sukses selalu!

- Agung Prasetyo ~Sensing extrovert, anggota klub Properti TDA Depok, karyawan perusahaan PERTAMBANGAN

Awalnya saya kurang yakin apa betul alat seperti stifin bisa membaca karakter orang. Waktu stifin diperkenalkan di salah satu acara TDA Depok saya gak hiraukan. Tapi lama2 saya piir gak ada salahnya dicoba sekaligus ingin membuktikan. Setelah saya coba dengan sahabat saya pak Noval Ramsis dan keluar hasilnya…wow..ternyata hampir 90% sama dengan kepribadian saya. Saya bisa tau apa2 saja yg harus dibenahi dari diri saya. Potensi dan bakat saya yang harus dieksplore lagi. Dan hebatnya hasil summary nya mengatakan saya adalah type  orang yang “dikejar” Harta. Hehehe. Jangan iri ya. Intinya saya puas dengan stifin.

Ahmad Turamsili ~Intuiting introvert, Founder & CEO GudangMadu.com

Saya periksakan sidik jari kedua anak saya melalui STIFIn. Meski bukan satu-satunya rujukan, saya memperoleh informasi awal tentang potensi yg dimiliki anak saya tersebut. Harapan saya, mereka dapat bergerak maju mengembangkan diri dengan potensi yang dimiliki. Bagaimana dengan anak Anda?

Saya baru tahu kalau saya seorang intuiting introvert. Pak Noval telah membantu saya menemukan potensi diri untuk dikembangkan. STIFIn fingerprint bukan mesin peramal, ada ilmu pengetahuan yang melatarinya. Terima kasih Pak Noval.

 

Sule OVJ, Noval Ramsis & buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Sule OVJ, Noval Ramsis & buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Ust. Yusuf Mansyur & Noval Ramsis

Ust. Yusuf Mansyur & Noval Ramsis

Buku 1/2Karyawan 1/2Bos, Tukul Arwana & Noval Ramsis

Buku 1/2Karyawan 1/2Bos, Tukul Arwana & Noval Ramsis

dengan pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

dengan pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

 

Dikutip dari berbagai sumber



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline