rss search

next page next page close

Tingkatkan Performa Bisnis dalam Hitungan Bulan

Business coaching adalah suatu program pembimbingan bisnis dimana coachee atau klien seolah-olah sedang magang di bisnisnya sendiri dan secara bertahap belajar menerapkan langkah-langkah bisnis di bawah bimbingan coach bisnisnya agar ia mampu mencapai sasaran bisnis maupun pribadi yang ia tetapkan.

Business coaching ini didesain untuk memberikan bimbingan jangka pendek (minimal 3 bulan) dan jangka panjang (minimal 12 bulan) melalui pendekatan pendekatan yang mampu dilakukan oleh para klien. Filosofi yang kami gunakan dalam melakukan empowerment adalah: “Ajak dan ajarkan coachee memancing, bukan langsung memberikan ikannya, agar ia mampu memilih ikan, umpan, kolam dan kail yang bisa ia pakai untuk mencapai sasarannya”.

Sasaran apa saja yang bisa diraih oleh para coachee di dalam program business coachingnya secara mendasar akan mengarah pada 3 hal, yaitu: TTM – Time, Team dan Money.

Money akan menyangkut revenue/omset bisnis, profit bisnis, bahkan income pribadi klien.

Team akan berhubungan dengan bagaimana mengembangkan team atau sumber daya manusia yang kompak kerjasamanya dengan owner serta memiliki kemampuan yang membuat mereka dapat lebih produktif sehingga akhirnya menyentuh faktor Time, yaitu bagaimana sebagai owner anda juga dapat mengembangkan produktivitas yang diperlukan dalam peran anda sebagai owner, yaitu mengembangkan keputusan-keputusan yang bersifat strategis dan mengendalikan bisnis anda secara remote.

Program business coaching kami adalah:

Menetapkan visi, misi dan kultur bisnis yang menjadi dasar jangka panjang pengelolaan bisnis
Menetapkan target serta menyusun perencanaan bisnis… tahunan sampai bulanan
Menentukan dan mengevaluasi strategi Marketing dan Sales
Pengendalian keuangan…dari membaca laporan dan menghitung berapa titik break even bisnis
Mengasah kepemimpinan sang business owner(s)
Menentukan serta mengevaluasi sistem apa yang diperlukan dalam bisnis
Mengasah kualitas pribadi sang business owner(s), sehingga mampu mengimplementasi rencana bisnisnya secara bertanggung jawab.

8 ways to be a  Great & Living Company/Corporate

- Level 5 Leadership

- First Who Then What

- Confront The Brutal Facts

- The Hedgehog Concept

- A Culture Of Dicipline

-The Flywheel, Not The Doom Loop

- Preserve The Core / Stimulate Progress

- Clock Building, Not Time Telling

visionary companies often have a ‘clock building’ culture as opposed to ‘time telling’. What is the difference? Typically an innovative entrepreneur starts a company on the premise of a killer product (or app). The company is a success, but is a one-trick pony. Based on its success, it starts to grow and expand (employees-wise, customers-wise, and geographically). The founder who can delegate and inculcate a strong sense of innovation, execution into his/her management ranks is teaching the organization how to build clocks so that even after s/he is gone the company can continue to ‘tick’. A ‘time telling’ culture would mean that the founder is involved in day-to-day of most products and decisions and no one can make a decision with authority–everyone waits for the chief to certify stuff. This latter kind of company never learns to innovate; its management ranks are made up of followers.

Coach kami adalah individu yang bukan saja memiliki pengalaman praktis di bidang bisnis, tetapi juga memiliki keahlian-keahlian khusus yang didukung oleh latar belakang pendidikan serta pengalaman kerja mereka.

Jadi… apabila anda tertarik untuk mengembangkan kualitas diri anda sebagai seorang pemilik bisnis agar memiliki kualitas bisnis yang lebih baik dari yang sekarang anda alami, silahkan berdiskusi dengan kami dalam program FREE COACHING selama 1 jam. Anda pilih sendiri temanya, apakah tentang keuangan, marketing, penjualan, atau apapun dari bisnis anda. Silahkan kontak kami  untuk membuat appointment.

Hubungi: Business Leader Coach Noval Y. Ramsis

kirim sms: nama & kota domisili terlebih dahulu:  +62 85 6166 4227 untuk buat janji bertemu.

Hotline SMS 24 jam: +62 85 6166 4227

email: tanyanoval@gmail.com

diskusi masalah anda dg mention Twitter: @novalramsis

Segalanya yang mudah, tadinya sulit. #OptimasiDiri

klik video Optimasi Diri >> http://youtu.be/MyyYYFPn2yA

Master Coach Noval Ramsis

Noval Ramsis (kiri) & Master Coach RH Wiwoho

Sule OVJ, Noval Ramsis & buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Sule Ini TalkShow & buku 1/2Karyawan 1/2Bos

Buku 1/2Karyawan 1/2Bos, Tukul Arwana & Noval Ramsis

Tukul Arwana & Buku 1/2Karyawan 1/2Bos

 

OVJ, No


next page next page close

Di Sinilah Letak Masalahnya

Kita Akan Jadi Lebih Baik

Dua orang pria berjalan berdampingan di sebuah terminal bus. Salah satu dari mereka berjalan ke arah lapak penjual Koran dan majalah. Ia berhenti membeli sebuah harian sore dan dengan sopan mengucapakan terima kasih kepada penjualnya. Si penjual koran cuek, duduk sambil meneruskan mengipasi badannya dengan selembar Koran bekas.

Temannya berkomentar, “penjual korannya nggak sopan ya?” pria yang membeli Koran menyahut, “memang begitulah dia setiap harinya”. “terus kenapa kamu selalu berlaku sopan sama dia?” “memangnya kenapa?” jawab-nya, “ngapain aku membiarkan orang itu menentukan bagaimana seharusnya aku bertindak?”.

 

AKSI VS REAKSI

Kalau kita renungkan, memang benar bahwa “mengapa kita membiarkan orang lain menentukan bagaimana seharusnya kita bertindak/beraksi”. Sesungguhnya yang penting adalah “tindakan atau aksi”. Pria pembeli Koran di atas ‘ber-aksi’ pada orang lain, di mana seringkali kita justru ‘beraksi’ terhadap mereka. Pria ini memiliki keseimbangan mental dalam dirinya – dimana umumnya kita tidak memiliki-nya. Ia kenal persis siapa dirinya, untuk apa ia bersikap serta bagaimana ia akan berperilaku. Ia berprinsip bahwa tidak perlu membalas ketidaksopanan dengan ketidaksopanan, kemarahan dengan kemarahan karena dengan itu ia tidak lagi mampu mengendalikan perilaku dan sikapnya.

Hal yang paling membuat sengsara adalah beraksi terus menerus terhadap perilaku orang. Orang seperti ini bisa disebut memiliki rujukan eksternal (dalam bahasa NLP) yang ekstrim, di mana pusat pengendalian emosinya berada di luar dirinya. Sementara ada orang yang mempunyai rujukan internal, yakni pusat pengendalian dirinya berakar dari dalam dirinya. Orang yang memiliki rujukan eksternal yang ekstrim suasana hatinya selalu berubah-ubah sesuai dengan suasana sosial di sekelilingnya dan seolah-olah ia hanyalah sebuah entitas yang berada di bawah kendali faktor-faktor tersebut.

Pujian, sanjungan dan diangkat-angkat, membuatnya merasa di awang-awang dan bahagia bukan main, dimana hal ini sesungguhnya keliru, karena tidak berakar dari dalam dirinya sendiri. Pada sisi lain, saran serta kritikan membuatnya merasa stress lebih dari semestinya, karena hal ini meyakinkan anggapan lemahnya yang ditutup-tutupi tentang dirinya. Hardikan atau bentakan sering kali membuat dirinya sakit hati dan tuduhan kecil yang tidak disukainya dalam konteks tertentu membuatnya merasa tambah pedih.

 

DISINILAH LETAK MASALAHNYA.

Keseimbangan serta ketenangan jiwa sesungguhnya tidak akan bisa dicapai, sampai seseorang menguasai aksi-aksi dari sikapnya sendiri. Membiarkan orang lain menentukan apakah kita akan bersikap kasar atau pemaaf, senang atau tertekan, adalah menyerahkan kendali atas kepribadian kita sendiri, yang sepenuhnya adalah hak kita. Satu-satunya pengendalian yang sebenarnya adalah pengendalian diri.

Jadi mulai sekarang, kalau ada seseorang pelanggan berlaku kasar terhadap anda: apakah anda akan bersikap marah terhadap orang tersebut atau menganggapnya hanya sebuah latihan kesabaran? Kalau seseorang menghina pengetahuan anda yang dangkal: apakah anda akan mengambil sikap membenci orang tersebut atau justru berterima kasih serta mengasah diri agar lain waktu tidak dihina lagi?

 

Disinilah letak masalahnya namun disini pulalah letak solusinya, anda setuju?

Masalah Itu Teman Hidup Manusia, Maka Sederhanakanlah

 

Cara Sukses Hidup: dengan Kekuatan Potensi Diri, Terencana & Terukur   << klik

Sesi Coaching dengan Leader Coach Noval Ramsis adalah solusi kebutuhan anda.

—————————————–

Leader Coach Noval Y. Ramsis

kirim sms: nama & kota domisili terlebih dahulu:  +62 85 6166 4227 untuk buat janji bertemu.

Hotline SMS 24 jam: +62 85 6166 4227

email: tanyanoval@gmail.com

diskusi masalah anda dg mention Twitter: @novalramsis

Segalanya yang mudah, tadinya sulit. #OptimasiDiri

Tingkatkan Performa Bisnis Anda dalam Hitungan Bulan << klik ini, utk FREE Coaching.

Noval FortuneIndonesia Juni2012

majalah Fortune Indonesia Juni 2012

 

Master Coach Noval Ramsis

Noval Ramsis (kiri) & Master Coach RH Wiwoho

*dari RH Wiwoho


next page next page close

10 Pekerjaan yang GAK Bikin STRES

Meskipun terkesan “adem ayem”, jenis-jenis pekerjaan di bawah ini tetap memerlukan tingkat profesionalisme tinggi. Mungkin karena rendahnya tingkat keterlibatan secara langsung dengan kepentingan orang banyak menjadikan pekerjaan semacam ini tidak terlalu “stressful”.( )

 

1. Professor

Guru besar di universitas tidak seperti pendidik di sekolah dasar atau menengah, kinerja sang profesor tidak dievaluasi berdasarkan pada tes yang distandardisasikan. Mereka juga memiliki jaminan mendapatkan profesi tersebut seumur hidupnya.

2. Penjahit

Mereka harus perhatian terhadap detil. Tapi mereka bisa kreatif setiap harinya. Banyak penjahit yang bekerja dalam suasana tenang, damai yang membuat mereka bisa fokus pada tugas tanpa ada gangguan.

3. Teknisi Data Medis

Profesi yang mulai tumbuh pada industri kesehatan. Teknisi Data Medis bekerja pada bagian kantor dari RS dan praktik dokter.

4. Teknisi Perhiasan / Jewelry

Bekerja di luar pengamatan publik, di workshops dan di belakang toko perhiasan. Tukang perhiasan / jewelers yang berhasil akan memiliki toko sendiri dan mempunyai kesempatan untuk membeli dan menjual bermacam logam untuk mendapatkan profit.

5. Teknisi Lab Medis

Bekerja dalam lingkungan kondusif, bebas dari gangguan untuk menganalisis sampel. Dengan bekerja di luar area publik, teknisi bisa fokus membantu physicians sesuai irama kerja mereka.

6. Audiologist

Lingkungan kerjanya menyenangkan. Klien pasif (orang tua) dan mengatur waktu mereka sendiri.

7. Ahli Diet / Dietitian

Pelayanan diet meningkat di AS untuk membantu mengurangi obesitas. Ahli diet bekerja dengan beragam orang dan usia. Mereka harus fokus dalam membuat rencana untuk membantu individu mencapai kebutuhan dietnya.

8. Penata Rambut / Hair Stylist

Bekerja dalam lingkungan cepat dengan pelanggan keluar masuk sepanjang hari. Interaksi pelanggan menyenangkan dan banyak teman. Memberikan ruang kreatif dengan gaji yang kebanyakan rendah. Pemasukan banyak dari kebaikan hati pelanggan.

9. Librarian / Pustakawan

Suasana tenang dan akses terbatas membuat perpustakaan merupakan pilihan karir pecinta buku. Pustakawan punya banyak jenjang karir di sekolah / universitas dan peneliti perusahaan.

10. Operator Drill

Selain bekerja menggunakan alat berat dalam lingkungan industri, biasa bekerja dengan tempo sendiri. Profesi ini karir yang paling diinginkan dalam industri pabrikasi.

 

baca ini: Pilih Jurusan yang sesuai Passion << klik

 

silahkan konsultasi GRATIS untuk kenali bakat & passion anda.

mention twitter Coach @NovaLRamsis

atau kirim email ke championteam88@gmail.com

 

Training OptimasiDiri: temukan Profesi yg Gue Banget (sesuai Passion)

oleh Master Coach Noval Ramsis

 

dari: www.jurusanku.com

 

 


next page next page close

Memilih Jurusan Kuliah Sesuai Passion

Kuliah Sesuai Passion

 

Memilih jurusan kuliah bisa membingungkan. Mungkin sama seriusnya dengan menjalani kuliah itu sendiri. Sebelum membahas langkah yang tepat untuk keperluan ini, mari kita perhatikan beberapa kesalahan yang lazim dilakukan orang.

 

Mitos atau Gosip Memilih jurusan karena “kata orang” rasanya sulit dibenarkan. Menolak jurusan tertentu karena mitos juga bukan sikap bijak. Ada anggapan umum ilmu keguruan, apapun jurusannya, hanya akan menghasilkan guru. Ada juga mitos bahwa matematika bermasa depan suram. Di kalangan tertentu malah beredar isyu bahwa jurusan desain grafis paling asyik sebab tidak ada hitung-hitungan, menghafal atau membaca, alias santai. Pendapat-pendapat seperti ini perlu di klarifikasi pada orang yang mengerti.

 

Ikutan Teman Teman sering menjadi sosok berpengaruh dalam memilih jurusan. Bayangkan, ada sekelompok pelajar SMA yang rame-rame memilih jurusan tertentu hanya karena ingin selalu kompak dan tidak mau berpisah. Konyol. Ada lagi siswa yang ngotot kuliah di Sydney padahal jurusan yang cocok baginya hanya ada di Melbourne. Alasannya agar ia tinggal satu kota dengan teman-teman SMAnya. Ini juga lucu. Tapi dorongan dalam diri anak muda seperti ini memang ada.

 

Rayuan Staf Marketing Beberapa sekolah mengadakan Pameran Pendidikan atau Career Day dengan mengundang staf marketing universitas, lokal maupun asing. Pelajar mendapat banyak info dari mereka. Namun jangan menganggap info dari mereka pasti akurat.

Seorang mahasiswa semester 3 jurusan teknik industri terpaksa pindah jurusan karena tidak menyangka akan mendapat banyak mata kuliah eksakta. Kata staf marketing universitas itu jurusan tersebut terbuka bagi anak IPS, namun tidak menjelaskan apa saja yang akan dipelajari.

Kita tidak perlu buang energi dengan menyalahkan orang marketing yang tidak bertanggung-jawab itu. Mau apa lagi? Salah satu pekerjaannya memang merayu siswa. Kita sendiri mesti kritis menyaring informasi.

 

Internet Informasi apa saja ada disini. Google saja. Tapi tidak semua situs di daftar pencarian ini kredibel. Infonya belum tentu akurat. Pelajar harus bisa mem bedakan mana yang berisi pendapat pribadi dan mana yang berdasarkan riset. Perlu diingat bahwa situs atau blog pribadi kadang kala juga menyebarkan gosip. Ada pula situs atau blog yang hanya bercerita pengalaman pribadi penulisnya.

5 Langkah Penting Memilih Jurusan

1. Test Bakat dan Minat Jika memungkinkan, ambil Test Bakat dan Minat. Cari lembaga psikologi / coaching yang profesional. Jangan asal murah. Tiap model test punya kelebihan dan kekurangan. Tanyakan sedetail apa hasil testnya bisa memberi gambaran soal pilihan jurusan. baca ini>> Sukses Hidup dengan Terencana <<klik

2. Konsultasi hasil test Lakukan konsultasi mendalam tentang hasil test tersebut dengan psikolog/ coach berpengalaman (atau dari lembaga tersebut) dan gali semua potensi diri dan minat. Seorang psikolog/ coach berwawasan luas bisa memberikan penjelasan umum tentang cabang ilmu pengetahuan yang sesuai bakat dan minat si peserta test. Diskusikan dengan coach Noval Ramsis

3. Konsultasi soal jurusan Cari konsultan pendidikan yang kompeten dan bersedia memberikan informasi mendetail tentang beberapa jurusan berdasarkan data, bukan pendapat pribadi semata. Ia mesti paham kurikulum suatu jurusan, perbedaan satu jurusan dengan jurusan lain yang sejenis, dan perguruan tinggi mana yang memiliki jurusan tersebut. Kadang kala satu kali pertemuan tidak cukup untuk membahas berbagai kemungkinan.

4. Analisa kurikulum Periksa setiap jurusan yang diminati dan perhatikan daftar mata kuliahnya. Buka prospectus beberapa perguruan tinggi yang diminati. Tidak ada universitas yang daftar mata kuliahnya sama persis satu dengan lainnya sekalipun nama jurusannya sama. Pilih perguruan tinggi yang mata kuliahnya paling sesuai dengan tujuan kita.

5. Info karir dan peluang setelah lulus Setelah menemukan jurusannya, gali informasi tentang peluang dan jenis karirnya. Ada jurusan yang memberi peluang besar untuk membuka usaha sendiri setelah lulus, namun ada juga yang memiliki prospek cerah untuk berkarir di sebuah perusahaan Masih ada aspek-aspek lain yang perlu dipertimbangkan seperti misalnya besarnya biaya kuliah, lokasi perguruan tinggi dan lain-lain. Namun dengan menempuh 5 langkah di atas, proses pengambilan keputusan setidaknya sudah setengah jadi.

————————————————————

EVENT JOGJA 18 Januari 2014:

Memilih Jurusan Kuliah sesuai Passion

kontak Eva: 0838 9768 9400

————————————————————-

EVENT JAKARTA 1  Februari 2014:

Memilih Jurusan Kuliah sesuai Passion

email: championteam88@gmail.com

————————————————————-

 

silahkan konsultasi GRATIS dengan mention twitter Coach @NovaLRamsis

atau kirim email ke championteam88@gmail.com

 

silahkan baca ini sebagai referensi:

Teenager Coaching Program

5 Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

10 Jurusan Kuliah yang paling diminati

dengan pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

dgn pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

dikutip dari: http://jurusanku.com

 


next page next page close

Teenager Coaching Program

Tujuan Program ini, bukan-lah seperti bimbingan belajar tapi lebih kepada pengembangan dari tujuan utama pendidikan menurut UNESCO yaitu :

Learning How To Be

Learning How To Do

Learning How To Learn

Learning How To Life Together

Sehingga dalam program ini peserta akan belajar mengenai :

  1. Bagaimana menyusun impian mereka bukan hanya saat di sekolah tetapi juga menyusun impian masa depan mereka.
  2. Bagaimana membuat program yang jelas tentang apa yang mereka harus lakukan untuk meraih impian mereka.
  3. Bagaimana membangun keyakinan yang kuat bahwa mereka bisa meraih impian mereka.
  4. Bagaimana mereka menguasai cara belajar yang baik dengan berbagai macam teknik dan metode yang telah teruji secara ilmiah dan terbukti bisa diaplikasikan berdasarkan cara kerja otak.
  5. Bagaimana membangun karakter positif dalam diri mereka.

Bagaimana membangun kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mereka sehingga dapat menempatkan diri mereka dengan baik dimana-pun mereka berada.

 

Apa saja materi yang disampaikan :

  1. 1.   Dream Catcher
  2. 2.   Life Re-Engineering
  3. 3.   Anchoring Technique
  4. 4.   Building Powerful Faith
  5. 5.   Accelerated Learning
  6. 6.   Lateral and Systemic Thinking
  7. 7.   Memory Power
  8. 8.   Speed Reading
  9. 9.   Neuro Linguistic Programming
  10. 10.Powerfull Communication
  11. 11.Habits Development
  12. 12.Spiritual Empowerment

Program yang kami buat walaupun kami ambil dari barat, namun telah kami sesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan kurikulum pendidikan Indonesia.

 

Waktu dan Biaya

kami membuat program yang sedikit unik yaitu pertemuan tatap muka akan dilakukan selama 15 kali pertemuan dan setiap pertemuan berlangsung selama 2-3 jam serta konsultasi gratis seumur hidup, namun tetap program ini juga akan diisi dengan camp selama 3 hari 2 malam yang waktu-nya dilaksanakan saat liburan siswa.

 

Biaya yang dikeluarkan untuk program ini diluar maupun yang sudah diselenggarakan oleh beberapa franchise dari luar di Indonesia berkisar antara : Rp.7.000.000,- sampai Rp.15.000.000 untuk camp selama 5 hari tapi kami memberikan harga yang special untuk program ini yang seharusnya bernilai lebih dari harga diatas saat kami berikan dengan harga khusus :

  Rp.9.000.000,- untuk 15 kali pertemuan dan camp selama 3 hari 2 malam…….

Tunggu dulu…….. khusus untuk anda yang mengajak orang lain ikut dalam program ini sebanyak 4 orang lagi…sehingga anak anda akan bersama-sama dengan 4 orang lain-nya ikut program ini (group)…..KAMI BERIKAN HARGA KHUSUS !!!!!……BUKAN LAGI Rp.9 juta / orang ………tetapi kami berikan harga special, anda cukup membayar Rp.6.000.000,-/orang atau Rp.30.000.000,-/5 orang untuk 15 kali pertemuan, camp selama 3 hari 2 malam, free konsultasi virtual/ telpon seumur hidup

 

PROGRAM INI MERUPAKAN SOLUSI BAGI ORANG TUA DAN ANAK YANG GELISAH DAN KHAWATIR DENGAN UJIAN NASIONAL DAN UJIAN MASUK PTN…….KAMILAH JAWABANNYA….TUNGGU DULU KAMI AKAN BERIKAN JAMINAN KEPADA ANAK ANDA….JIKA ANDA IKUT PROGRAM JAMINAN KAMI….DENGAN MEMBAYAR UANG PENDIDIKAN RP.9.000.000,-…..DAN ANDA TAMBAHKAN UANG JAMINAN SEBESAR RP.13.000.000,- , JIKA ANAK ANDA TIDAK LULUS UN ATAU TIDAK LULUS UJIAN MASUK PTN SESUAI PILIHAN, MAKA UANG TERSEBUT AKAN KAMI KEMBALIKAN, BAGI YANG IKUT PROGRAM JAMINAN, PROGRAM AKAN EKSLUSIF AKAN DIBIMBING LANSUNG OLEH MASTER COACH, NOVAL RAMSIS. KESEMPATAN TERBATAS PROGRAM JAMINAN HANYA UNTUK 20 ORANG PENDAFTAR PERTAMA. SIAPA YANG CEPAT MAKA DIA BERHAK MENENTUKAN JADWAL BELAJAR SENDIRI……

 

Siapa yang akan membimbing program ini?

tim yang dipimpin oleh Noval Y. Ramsis : Certified Master Coach & Konsultan Optimasi Bakat & Bisnis .

Noval Ramsis adalah seorang pembelajar. Menamatkan sarjana di bidang teknik informatika komputer tahun 1996. Sejak tahun 1990 sampai saat ini, terus belajar dibidang lainnya; belajar fotografi dari Zelphi (wartawan koran Tribun Jabar), belajar jurnalistik dari Gol A Gong (pengarang Novel Balada Si Roy – www.rumahdunia.net), belajar NLP (Neuro Linguistic Program) dari RH Wiwoho (www.indonlp.com) dan belajar optimasi internet dari Ali Akbar (@pakarseo – www.aliakbarpakarseo.com).

Noval Ramsis pernah bekerja sebagai tim redaksi tabloid olahraga ternama Nasional, promosi  di majalah wanita Franchise Internasional, komunikasi marketing hotel manajemen Internasional, project event sebuah taman budaya di Bali, memotret tokoh/musisi nasional dan internasional.

Saat ini aktifitas sehari-hari di NovalRamsis dot com -Coaching, Consulting & Training, sebagai Business Optimizer, Ideas Applicator & MasterCoach for Life & Business.

 

Hubungi: Champion LifeCoach Noval Y. Ramsis

telp (jam kerja 09.00-16.00):  +62 85 6166 4227

Hotline SMS 24 jam: +62 85 6166 4227

email: championteam88@gmail.com

diskusi masalah anda dg mention Twitter: @NovaLRamsis

Segalanya yang mudah, tadinya sulit. #OptimasiDiri

 

Sertifikasi:

  1. Master Business Coach dari IndoCoach Jakarta (www.indonlp.com)
  2. Train the Trainer dari IndoNLP Jakarta (www.indonlp.com)
  3. Ericksonian Program/ Mastering Hypnosis dari IndoNLP Jakarta
  4. Managing with NLP dari IndoNLP Jakarta

 

dengan pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

dgn pak Gita Wirjawan Menteri Perdagangan RI

Master Coach Noval Ramsis

Noval Ramsis (kiri) & Master Coach RH Wiwoho

 


next page next page close

Just Do It, God Will Take The Rest

BEKERJA SAJALAH, JANGAN KUATIRKAN HARI ESOK. (21 Dec 2010)

oleh Deddy Rahman, CEO Katapedia.co.id

diambil dari: http://www.mosquelife.com/view/note/949006/bekerja-sajalah-jangan-kuatirkan-hari-esok-.html

 

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.  Al Qur’an, Yusuf: 87

“O my sons! go ye and enquire about Joseph and his brother, and never give up hope of Allah’s Soothing Mercy: truly no one despairs of Allah’s Soothing Mercy, except those who have no faith.”

Dulu saya sering mendengar ataupun membaca ayat ini, tapi rasanya biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika saya membaca potongan ayat ini disebuah mading di sebuah perusahaan properti milik mentor bisnis saya di TDA. Saya bergetar dan hampir menangis membacanya…

Mading tersebut berisi kiat-kiat yang ditulis mentor saya buat para sales diperusahaannya untuk mendapatkan “hotdeal”, Ini istilah didunia properti untuk mendapatkan jenis properti yang memberi keuntungan cukup besar, kalau tidak salah. Setelah beliau menguraikan beberapa triks yang menurut saya cukup canggih, beliau juga membuat sebuah trik yang menarik: spiritual deal. Yang isinya adalah mengajak para salesnya untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhannya. Ditutup dengan mengutip ayat diatas.

Saya bergetar, karena dalam sebulan terakhir ini sangat banyak yang membuat saya terombang-ambing. Dipecat dari perusahaan tanpa punya tabungan sama sekali. Produk yang diharapkan akan menopang hidup keluarga gagal diluncurkan bahkan harus dimusnahkan. Gagal mendapatkan project hanya karena selisih harga penawaran yang tipis. Rumah kontrakan yang ingin diambil alih oleh pemiliknya. Sulitnya bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Istri hamil dalam kondisi lemah, tidak bisa berbuat apa-apa, hanya terkapar ditempat tidurnya. Anak-anak yang selalu menagih dibelikan sepeda padahal aku masih mencari cara untuk menutupi biaya hidup mereka bulan depan. Dan masih banyak jutaan pemikiran ‘gelap’ lainnya dibenakku….

Ayat itu mengingatkan aku bahwa aku masih punya Tuhan. Aku masih punya harapan. Bekerja sajalah, jangan kuatirkan hari esok. Istri dan anak2 amanah dari Tuhan, tidak mungkin Tuhan akan menyia-nyiakannya. Walaupun aku penuh dosa dan tak pantas menerima rahmat-Nya, maka istri dan anak2ku sangat layak untuk dirahmati oleh-Nya. Dan melalui kedua tangan inilah, Tuhan akan merahmati mereka. Amin.

 

 

 

 


next page next page close

Amazing Slide Presentation (mini workshop)

 Amazing Slide Presentation (mini workshop)

 

ingin tampil memukau saat presentasi???

Workshop offline powerpoint pertama dan terbaik di Indonesia. Short workshop selama  4 jam yang mengungkap rahasia dasar desain slide presentasi. 95% Praktik. Pas bagi yang tidak memiliki waktu panjang untuk belajar desain slide, namun ingin memperoleh skill desain yang mumpuni.

Benefit:

  • Mengetahui dasar skill desain presentasi.
  • Mengetahui pola dasar mindset slide yang memukau.
  • Mengetahui rumus presentasi berkelas dunia.
  • 95% praktik dasar optimasi image, shape, dan font.
  • 6 tips menampilkan presentasi seperti Steve Jobs.

dibawakan langsung oleh:

penulis buku Amazing Slide Presentation

DHONY FIRMANSYAH, dikenal sebagai Pakar Slide Presentasi yang telah memberikan workshop desain slide presentasi ke perusahaan-perusahaan dengan ratusan peserta.

1 Desember 2013
jam 8-12
@CodeMargonda (http://codemargonda.com/) << klik link ini untuk denah alamat
2nd Floor Jl. Margonda Raya No. 349 Depok

klik video: http://www.youtube.com/watch?v=Ka4CecJOL40

Testimoni Workshop Powerpoint Optimation:

Terima kasih atas ilmunya dan mohon izin ilmu yang kemarin saya share ke murid-murid saya. Sukses buat Pak Dhony Firmansyah.”

Tommy Ariefiyanto, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Surabaya

Sekarang kita tahu gimana cara bikin presentasi yang keren.”

Hendra D. Prasetya, Accounting PT. Bangun Papan Selaras

Slide presentasinya benar-benar kelas dunia.

Arif Indra Wanta, Teknisi Universitas Gajah Mada

Hmmmmmmm….. Its really fantastic knowledge. Paket hemat hebat bermanfaat dan membangun rasa percaya diri. Jujur saya berangkat dari rasa kawatir tapi dengan bermodal nekat saja. Karena saya tidak pernah utak atik powerpoint tetapi tetap nekad untuk ikut. Berkat sang penyaji yang luar biasa dan mampu memotivasi saya bahwa saya pasti bisa melakukan, maka dengan BISMILLAH saya ikut. Bismillah…. klik! Ternyata bisa. Asyik dan menantang. Tanpa terasa kursus telah usai. Padahal saya merasa terbawa suasana yang makin menantang…menjelajah… berkreasi…. mencari sesuatu yang unik. Dengan klik, tempel, crop…modifikasi…dan saya pamerkan hasil belajar saya ke temen-teman di sekitar saya. Mereka bertanya, kok saya bisa? Berapa biaya kursusnya? Saya hanya tersenyum bangga dan menjawab…. inilah manfaat lain jejaring sosial yang kita kenal dengan “facebook”. Biaya hampir ke titik NOL kok. Jadi, terima kasih Pak Dhony Firmansyah…terima kasih mbak Satyawati, mbak Sitti atas ilmunya. Dan karena telah mengajak saya untuk berani menjelajah ke dunia fantastik. Akhirnya aku bisa merubah KETAKUTAN menjadi KEBERANIAN yang bermanfaat. Bahkan teman-teman yang katanya ahli itupun merasa keki. Puji yang biasanya diajarin kok tiba-tiba melejit begini? Saya sampaikan kepada mereka, rahasianya ada di Tim Kreasi Presentasi dan Energi Leadership.”

Puji Winarni, Pengajar di TTKA “Buana Dinar” Banyuwangi

minat???
peserta terbatas hanya 18 orang.

Investasi pelatihan Rp. 290.000,-  per peserta ( Bonus CD template senilai Rp. 100.000). First Transfer, First Serve (transfer terakhir 29 november 2013 jam 15.00)

Setor tunai atau transfer ke BCA KCP Proklamasi Depok

No rekening: 6610258041

Atas nama: Noval Youmal F

Info tentang Noval Youmal klik DISINI atau cari di Google dengan keyword: Noval Y. Ramsis

 

Konfirmasi pembayaran di sms atau email ke Noval Y. Ramsis:

sms: 085 6166 4227  – Email ke: tanya@NovalRamsis.com dan CC: novalramsis@gmail.com


next page next page close

strategi komunikasi merek: AIDA vs DAIA

Desire, Awareness, Intention, dan Action (DAIA)

oleh Silih Agung Wasesa (penulis buku Political Branding 2011)

Maaf, judul di atas bukan merek deterjen yang pernah dengan sungguh-sungguh mengaktivasi iklan mereka menjadi gerakan komunitas. Sekali waktu, kita akan bahas bagaimana aktivasi merek menjadi sebuah gerakan komunitas berkelanjutan. Kita baru saja melihat Unilever sukses dengan Green Festival-nya, di mana hampir setiap RT/RW di beberapa kota besar dengan rela menjadi bagian dari itu. Sebentar lagi, kita juga akan melihat bagaimana Taro membangun “Markas Petualang Taro” sebagai sebuah gerakan komunitas aktif; di mana program tersebut muncul secara berkelanjutan atas inisiatif komunitas itu sendiri, dan hebatnya, searah dengan karakter merek yang dimiliki oleh Taro juga. Tapi tentu tidak sekarang kita membahas itu. Kali ini kita akan bicara DAIA.

DAIA sebetulnya adalah perubahan susunan singkatan AIDA; sebuah konsep komunikasi yang selama ini banyak kita gunakan untuk menyampaikan sebuah pesan. AIDA kita kenal sebagai singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Sementara DAIA adalah Desire, Awareness, Intention, dan Action. Urutannya dibalik, tapi mari kita lihat pengaruhnya pada strategi komunikasi merek.

Setelah menekuni profesi dunia komunikasi selama hampir 14 tahun (bisa juga 22 tahun kalau dihitung dari cerpen picisan pertama saya di SMA), ada satu hal yang terus mengganjal sejak awal ketika menerapkan konsep AIDA untuk mengomunikasikan sebuah program, yaitu: kenapa AIDA harus diawali dengan membangun awareness yang membutuhkan kuantitas tinggi dalam penyampaian pesannya. Adakah dasar psikologisnya, kenapa harus awareness terlebih dahulu?

Awareness, pada strategi awal komunikasi, sangat tergantung pada intensitas. Tidak banyak kecerdasan awal yang dibutuhkan, selain sekadar menarik perhatian. Kesan yang timbul, bila semakin tinggi kuantitas penayangannya, akan semakin cepat pula didapat awareness-nya. Dengan konsep ini, seolah mereka yang memiliki bujet besar saja yang akan bisa menarik perhatian.

Hal lain lagi, mohon maaf, sering kali saya kesulitan untuk menentukan kapan pindah ke tahap Interest. Dalam beberapa dialog dengan beberapa pakar komunikasi, sulit untuk mendapatkan jawaban pasti kapan perpindahan itu terjadi. Ketika pertanyaan saya perdalam, jawabannya malah nglantur, ”Namanya juga ilmu sosial, tidak ada yang pasti. Dikira-kira saja berdasarkan pengalaman.”

Padahal, dalam setiap perpindahan proses komunikasi, dibutuhkan tanda-tanda yang jelas; tanda-tanda yang bisa menjadi patokan komunikator untuk beralih proses lain untuk meningkatkan efektivitasnya.

 

Neuroelectron

Selama 6 tahun menekuni psikologi, satu hal yang terus melekat adalah bahwa setiap perpindahan tahapan perilaku harus ditandai dengan pergerakan neuroelectron, semacam sistem listrik di dalam syaraf kita. Neuroelectron ini semacam pembimbing proses interaksi gerakan motorik dan emosional saat beradaptasi dengan lingkungan.

Nah, neuroelectron ini juga dengan jelas mengindikasikan bagian otak mana yang akan bergerak saat menerima rangsangan lingkungan, kemudian bagian otak mana berikutnya yang mendapat tugas, dan siapa yang terakhir diberi wewenang untuk memerintahkan diri agar berubah sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Paul Maclean, seorang neurologist, respon awal akan terjadi pada bagian otak reptilian brain, di mana terletak fungsi-fungsi dasar manusia yang sangat mendasar dan primitif. Di sini berproses mekanisme berpikir yang berdasarkan pada kebutuhan psikologis paling mendasar seperti kompulsif (kegiatan berulang tanpa disadari), paranoid, dan kecintaan terhadap sesuatu yang tidak rasional. Setelah selesai di reptilian brain, fungsi otak berikutnya adalah pada limbic system dan neo cortex.

Nah, pada limbic system inilah terdapat kebutuhan mendalam manusia yang berupa perasaan, kebutuhan makan dan kebutuhan seksual. Kita sebut saja sebagai desire. Dan kesadaran alias awareness berada pada tataran neo cortex. Awareness yang selama ini menjadi andalan komunikasi konsep AIDA, ternyata bekerja pada tahap akhir sebuah pikiran.

Dalam pandangan saya pribadi (tentu akan dengan senang hati kalau diperdebatkan), salah kaprah AIDA ini mirip dengan salah kaprah kita saat memakan buah dalam keseharian. Kita sering kali makan buah setelah makan, padahal kalau melihat dari susunan lambung, buah harus dimakan awal karena diserap pada usus paling ujung.

Kita selama ini terjebak dengan antusiasme membangun awareness di awal. Padahal, sebetulnya itu akan datang dengan sendirinya ketika kita telah mampu menampung insting primitif dan mengembangkan desire target audiens.

 

Desire

Dengan menggunakan Desire sebagai tahapan awal proses komunikasi, rasanya akan banyak yang bisa kita jawab. Mungkin kita bisa menjawab kenapa tokoh-tokoh agama banyak dikalahkan oleh sekte-sekte baru yang dianggap memberikan alternatif pandangan baru. Semakin dilarang sekte tersebut, justru semakin kuat orang ingin tahu, dan semakin bertambah pengikutnya. Sementara itu, semakin keras pemuka-pemuka agama berkhotbah di depan mimbar, umat-umatnya justru tertidur. Dan kalau Anda pernah sesekali mengikuti pengkajian yang dilakukan oleh sekte tersebut, mereka dengan sungguh-sungguh menyimak, mengkaji setiap omongan.

Mungkin kita bisa juga menelaah, kenapa kampanye antirokok dan bahkan antinarkoba, hampir tidak pernah membuah hasil. Karena kampanyenya melulu persoalan awareness, sementara bandar-bandar rokok dan narkoba dengan sistematis telah masuk ke dalam reptilian brain dan menguasai limbic system.

Mungkin kita juga bisa menelaah kenapa Harley-Davidson sekalipun dibenci karena pengendaranya liar masuk ke jalan tol, toh tetap saja penjualannya terus meningkat. Mungkin kita juga bisa paham kenapa Slank bisa terus bertahan, sementara band-band lain harus gigih membuat video klip dan menawarkannya ke teve-teve swasta.

Mungkin kita juga bisa mengerti kenapa Toyota selalu membuat debut penjualan jauh sebelum iklan produk mereka diluncurkan. Mungkin juga kita menjadi sadar kenapa kampanye-kampanye kepentingan publik—bahkan,  dengan biaya triliunan rupiah—jadi tercampakkan hasilnya begitu kampanye selesai.

Maaf, saya masih menggunakan kata mungkin dalam semua kasus di atas, karena katanya perlu “level doctoral” untuk membuat sebuah konsep baru untuk menggantikan konsep yang sudah lama. Baiklah, mari kita menghormati itu.

Tapi, kalau Anda ingin mencoba, sesekali baliklah paradigma komunikasi merek kita dengan DAIA. Pada permulaannya agak susah untuk melakukan tracking psikologis dan kebutuhan komunikasi target audiens, tapi sekali kita mendapatkan celahnya, maka bukan hanya bujet komunikasi yang bisa Anda hemat, tapi juga efek bola salju yang luar biasa. Dan yang paling memuaskan, kita akan bisa melihat  bagaimana berkomunikasi serasa bermain tenis; kita cukup memukulkan bola pertama, setelah itu orang lain akan menikmati permainannya. Tentu saja, kita tetap boleh ikut bermain untuk sesekali mengendalikan alur komunikasinya. Selamat mencoba. (www.marketing.co.id)

dikutip dari: http://www.marketing.co.id/desire-awareness-intention-dan-action-daia/

 


next page

Tingkatkan Performa Bisnis dalam Hitungan Bulan

article post

Di Sinilah Letak Masalahnya

article post

10 Pekerjaan yang GAK Bikin STRES

article post

Memilih Jurusan Kuliah Sesuai Passion

article post

Teenager Coaching Program

article post

Just Do It, God Will Take The Rest

article post

Amazing Slide Presentation (mini workshop)

article post

strategi komunikasi merek: AIDA vs DAIA

DAIA sebetulnya adalah perubahan susunan singkatan AIDA; sebuah konsep komunikasi yang selama ini banyak kita gunakan untuk menyampaikan sebuah pesan. AIDA kita kenal sebagai singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Sementara DAIA adalah Desire, Awareness, Intention, dan Action. Urutannya dibalik, tapi mari kita lihat pengaruhnya pada strategi komunikasi merek.

article post
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline